Sudahkah Kita Hemat Energi?

 

Hai2.

 

Seperti judulnya, kali ini saya ingin mengajak anda sekalian …

 

Jreng jreng jreng.

 

Untuk berhemat energi.

 

Pernahkah kawan-kawan memerhatikan ac yang sedang menyala, tv yang sibuk berdendang dengan gambaran-gambarannya yang juga tengah sibuk? Atau, diisi dengan presenter cantik/tampan, hehe.  Atau, komputer yang sibuk dengan tarian screen-savernya.

 

Jawabannya, pasti pernah (maksa nya, aha aha)

 

Ya. Para benda elektronik yang manis-manis itu siap-sedia untuk membantu anda dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti hiburan, pendidikan, sosial, dst.

 

Dan yang melatarbelakangi hidupnya mereka tentu saja, listrik. Energi.

 

Lalu, saya pun dengan usilnya bertanya lagi.

 

Siapa yang tahu bahwa sumber daya alam itu ada batasnya, dan siapa yang pernah ngecek tagihan listriknya, airnya?

 

Ngabain yang pernah ngitung, dan malah ngelirik yang belum.

 

Nah, bagi yang belum, ga ada salahnya melirik argumen saya tentang mengapa hemat energi itu, perlu.

 

Satu.

Lebih irrrit.

Uang yang biasa anda gunakan untuk bayar listrik, air, selisihnya karena anda berhemat bisa anda pakai untuk kebutuhan, atau keinginan lainnya, atau, bahkan bisa anda sumbangkan bagi saudara-saudari kita yang hidupnya masih berkekurangan. Perhatikan nasib anak-anak jalanan yang ga punya sendal jepit, ga bisa sekolah, anak panti yang butuh sarapan bulan depan, yayasan sosial yang butuh kedermawanan anda untuk bangun rumah sakit?

Atau … Anda yang lagi butuh sweater merah yang bagus, hehe. Atau, hmm. Tabungan masa depan, untuk hal tak terduga.

 

-mengirit sumber daya alam untuk generasi mendatang, meminimalisir eksploitasi alam.

Yang ini, tak perlu dijelaskan lebih.

 

Yak. Demikianlah.

 

Jadi, bagi yang merasa belum hemat energi, ga perlu berkecil hati. Lama-lama dibudayakan pasti bisa. Misal saya keasyikan tenggelam bermain game berjam-jam lamanya. Besoknya saya kompensasikan dengan irit hiburan.

 

Atau, bagi anda yang selama ini, maaf, saya cuma ingin jujur, rada malas nutup ac, lampu, kipas angin, dst karena alasan apapun, salah satunya kepraktisan, dan merasa, wah, kocek gua masih banyak, atau … Yah, yang kerja juga suami gue. Di rumah kan gua cape ngurus anak. Ga papa dong. Silakan, eliminasi pikiran tersebut bila anda ingin bersumbangsih dalam hal hemat energi ini.

 

More power to yoooou.

 

Dan ketika suami anda pulang, dan menemukan lampu kamar mandi tertutup rapi, ac di kamar tidak dinyalakan ketika tak ada penghuni, vcd player dan speaker dimatikan sehabis nonton. Maka ia akan pulang dengan hati yang ringan dan bangga, bahwa istri ataupun anaknya mungkin telah lebih bijaksana dan perhatian atas keringat kerja kerasnya.

 

Ya asal lampu halaman depan rumah jangan dimatiin lo ya dan kebetulan di sana ada genangan lumpur. Eh, yang pulang malah kepeleset, bruk.

 

Dan ternyata yang ngetuk pintu rumah, suami anda yang habis kepeleset dan ngeringis.

 

Haha ^_^ only a joke.

 

Semangat untuk anda!

 

 

 

 

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: