Jangan Menyiksa Diri

Manusia kadang suka menyulitkan diri sendiri, kalau saya pikir-pikir.

Hidup itu sendiri saja sudah berputar dari dahulu kala, senang dan sedih berganti.

Tapi yang namanya manusia, teteup aja kekeuh pengen terus bahagia, dan gawatnya lagi, mengandalkan kebahagiaan dari luar diri.

Manusia acap kali terseret emosi, sikap mau menang sendiri, dan seterusnya.

Melihat dunia yang sudah seperti ini, berputar dan silih berganti, masihkah kita mau menyiksa diri kita lagi?

Kalau dunia memang diciptakan demikian, mungkin melakukan yang terbaik, ikhlas dan bersyukur adalah jalan yang bisa dikatakan, lumayan baik untuk bisa bahagia dan tetap waras.

Anda punya pacar, lalu tiba-tiba pacar anda selingkuh. Memang anda punya hak buat marah-marah dan mengalami rasa sedih. Tapi yah jangan dibawa berlarut-larut.  Atau, anda dulu seorang pemenang di banyak bidang, tiba-tiba anda dicemooh orang, apalagi tidak dipercayai orang lain lagi, kehilangan nama baik? Jatuh? Kehilangan teman?

Menilik demikian, ‘silakan’, mungkin nampak menjadi kata yang tampak menyembuhkan di dunia ini. Dan perjuangan tanpa keterikatan  akan hasil ialah bagai udara.

Sesak-sesak, sedih-sedih, kalau sudah begini, anda mau berteriak minta tolong sama siapa?

Mungkin anda punya teman, yah, itulah salah satu gunanya teman, ada pada saat anda membutuhkan, menenangkan anda dan mau coba mengerti. Tapi, life keeps going on. Hidup terus berputar mungkin hingga 360 derajat. Suatu penemuan lama tergantikan dengan penemuan baru. Yang semula utuh bisa somplak.

Karena itu, jangan lagi mencoba menyiksa diri, apapun alasan anda.

Cintailah diri kita dengan bijaksana. Bahkan, kalau cinta untuk diri anda sendiri  itu  sudah tidak sehat, terlalu membutakan anda, gantikanlah dengan cara mencintai yang meskipun kelihatan aneh, tetapi merupakan bentuk cinta yang lebih bijaksana dan lembut.

Sempurna memang mungkin bukan milik manusia. Semua makhluk mungkin ada kelemahan masing-masing. Tapi uniknya kado dari Tuhan, ialah kita memiliki kehendak bebas. Tinggal bagaimana kita menggunakan kado itu untuk menjadi makhluk yang sebahagia dan seekspresif mungkin. Dunia juga ditempati makhluk lainnya, apalagi kalau kita sadar, untuk berbagi dengan mereka, di tengah dunia yang penuh dualitas, susah-senang.

Karena itu buanglah penghakiman, cobalah lebih positif, jangan cepet down, dan bersemangatlah.

Ingat di samping semua yang nampak aneh dan mengandung kesulitan, juga ada kebahagiaan yang patut disyukuri.

Tokoh-tokoh lain di dunia ini yang bisa diajak berbagi, lihatlah hewan peliharaan anda, lingkungan sekitar anda, ibu anda, adik kelas anda.

Dengan kata lain, janganlah selalu menyalahkan sistem, dan hidup, bangkitlah.

Kita mungkin mampu menghidupkan surga.

Dan ketika kita ingin memeluk suatu yang abadi,

…tataplah Tuhan.

Dia selalu ada beserta kita.

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: