Archive for the ‘ Kesehatan ’ Category

Tek Tuk

Tek tek, tuk!

Waduh, bunyi apa itu?

Apa bunyi ketukan kuku kunti?

Atau … anak tetangga yang lagi fall in love with gue ngetuk jendela rumah?

Ah, bukan..

Ternyata suara gemeletuk kaki.

~~~

Gunakan suplemen glucosamine ketika sendi tulang anda berbunyi gemeletuk.

Why oh why?

Merawat tubuh=merawat kendaraan.

Berikut beberapa link mengenai glucosamine dan radang sendi:

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1828997-kesehatan-persendian/

http://www.devanutrition.com/glucosamine.html

Bukannya saya ngiklan, tapi secara kebetulan dapat link yang berhubungan dengan iklan : ) namun informatif.

Glucosamine HCL bisa digunakan bagi yang vegetarian, karena bukan berasal dari cangkang hewan, tapi dari jagung, dan juga buat yang alergi kerang atau udang….

Advertisements

Salah Satu Titik Balik: Bersyukur

Manusia suka sekali melihat ke arah masa depan: tentang dengan siapa anjing peliharaannya akan kawin nanti, tentang apa tukang es krim akan lewat di depan rumah tepat di saat sedang haus dan lapar, tentang apakah gebetan (anak tetangga) akan keluar rumah?, tentang, ah, jangan-jangan, akankah kehidupan saya bahagia nantinya dengan si dia.

Manusia bukannya hanya suka melihat ke depan tapi juga belakang. Seperti saya di kala subuh seperti ini, menimang-nimang di pikiran dan hati apa yang kurang dengan saya selama ini.

Mengapa hidup terasa lebih sulit beberapa tahun belakangan ini?

Tiba-tiba saya dibawa kepada suatu area restroom.

Mau tertawa? saya juga ingin tertawa karena saya menggunakan bahasa, ‘restroom.’

Ya, saya dibawa kepada suatu titik peristirahatan, oleh siapa?

Mungkin oleh rasa malu, dan terketuknya kesadaran saya.

Bagaimana kalau tantangan hidup yang lalu juga sebenarnya ialah sama beratnya dengan tantangan hidup masa kini, akhir-akhir ini?

Melihat ke belakang, saya rasa iya. Melihat pada diri saya di waktu kecil dan remaja, saya menjadi malu.

Anak itu bukannya tidak pernah merasakan susah, tapi ada garis senyum di wajahnya, karena ia selalu bersyukur, dan tidak mengecap ataupun men-judge bahwa dirinya tak layak, atau hari depannya akan suram,

Bagaimana dengan anda? Apakah anda melihat gambaran wajah anda di kala anda menikmati hidup anda dalam optimisme? Bagaimana perasaan anda belakangan ini? Apakah terus-menerus tercemari perasaan galau.

Mungkin, kita harus kembali kepada masa itu, bukan berarti kita membuang kenyataan dunia dengan berpura-pura menjadi anak kecil yang naif, melainkan…

Belajar menikmati hidup dengan sikap dan perasaan positif, yang mengubah dunia yang nampaktidak gampang menjadi suatu dunia keajaiban dengan bukit dan lembahnya,

Yang perlu diarungi dengan syukur, kebahagiaan, dan rasa takjub.

Terimakasih telah membaca, Saudara-saudariku.

Genggamlah titik balik kita ketika kita kehilangan arah.

Link oke tentang keseimbangan hidup dan pencarian

Link oke buat hari ini kawan (nyodorin jus stroberi)

 

http://ekatvam.org/liberation/dharma-artha-kama-moksha.html

 

Silakan dicek.

Bagaimana menurut anda?

 

Cinta

Cinta dimulai, ketika anda memperlakukan diri anda dengan lembut, sangat lembut melebihi kelembutan yang paling lembut, bahkan mengalahkan balutan sutra, dan juga sekaligus tegas.

 

Tanpa anda memperlakukan diri anda pertama kali dengan kelembutan, anda akan terhalangi untuk maju dalam cinta dan kebahagiaan. Semuanya berawal dari penghargaan anda atas diri anda. Jangan membenci diri anda sendiri terlalu lama.

 

Bangkit, perbaiki apa yang perlu diperbaiki. Berikan diri anda waktu dan upaya.

Dan kelembutan dari diri anda sendiri.

Perlakukan diri anda dengan lembut, sekaligus tegas.

Rasa Malu

Pagi hari ini saya akan membahas tentang rasa malu.

Ada yang ga kenal sama rasa malu? hehehe. Kalau begitu, apakah anda muka tembok? Pake cat apa yah? Ah, anda blushing.

Kita simpan dulu frasa berharga ini, muka tembok, di dalam kaus kaki santa.

Rasa malu, suatu rasa yang begitu familiar sekaligus mendatangkan enigma bagi kita. Sebuah rasa yang bervariasi,  kadar dan warna-warninya, namun tetap menjelaskan satu kata, ah, malu.

Munculnya kapan, yah, singkat kata, seperti, mungkin, saat kita melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani, atau mungkin, ada juga yang bertentangan dengan etika umum, dan kebetulan, kita peduli. Atau pada saat kita tidak melakukan apa yang kita pikir sebagai sepantasnya kita lakukan dan rasakan? Atau saat kita membandingkan diri kita dengan orang lain?

Well, kita simpan dulu, eng, singkirkan berbagai penjelasan ini ke tempat manis di sisi kita, sebuah tempat penyimpanan plastik berwarna pelangi.

Kita kembali pada ‘muka tembok.’

Apa keuntungan menjadi muka tembok?

Saat anda jatuh, anda punya keberanian lagi, setidaknya untuk melangkah lagi.

Saat anda dihantam cacian orang, anda punya keyakinan bahwa semuanya akan menjadi baik ketika anda kembali berusaha. Menengok manis pada orang dfi sekeliling anda  (bukan dengan arogansi, loh, ya) Tapi dengan pohon jiwa, Who are you? Gua gak akan terpengaruh, atau mungkin dengan pemikiran, Oh, ya. Yang kamu katakan mungkin benar.  Kamu memang teman, tapi dengan cara yang agak pedas. It’s ok. Tapi sekarang saya bukan begitu lagi, loh, ya. Walaupun sekarang saya masih dalam area hitam, tapi saya mau bangkit loh. Jadi, rasa malu, gua ga butuh lagi. Cacian lo, gua anggap suplemen, hidup gue? Ok. Berjalan terus. Aku siap, aku siap (insert spongebob) Gua ga butuh cengeng lagi. Dengan kecengengan berlebih gua ga bisa idup.

Lalu, kelemahan muka tembok apa?

Muka yang terlalu tembok,  mungkin dapat memanjakan anda, untuk terus melakukan yang tidak sepantasnya. Tidak mau membuka mata, malah mengisi mata anda dengan semen cair, yang lama-lama bukan hanya membayangi mata lagi, tapi membutakan.

Singkat kata, apa yang ingin saya sampaikan mengenai rasa malu dan muka tembok ini?

Gunakanlah jurus muka tembok di saat yang diperlukan, tapi jangan gunakan jurus muka tembok dengan tidak bijaksana. Bisa-bisa anda menjerumuskan diri anda sendiri, ataupun orang lain.

Ya, Semangat, kawan.

Muah.

Note:

Lalu, rasa malu itu teman, atau musuh, sebenarnya.

Karena saya tak mau omong besar Xp yah singkat kata, menurut pandangan saya, rasa malu ini adalah kawan sekaligus lawan.

Anda bisa menerkanya.

Teman ketika anda mengambil informasi daripadanya, dan merumuskan, melaksanakan langkah yang menuju hal yang baik  daripadanya. Menilik, sinyal apa yang sebenarnya disampaikannya? Mengenai kurang berusahakah saya, mengenai kesalahan saya di masa lampaukah? Mengenai ketamakankah? Mengenai kekurangbersyukurankah? Mengenai menutupi jiwa pemberanikah? Mengenai menutupi kualitas-kualitas andakah?

Lawan, ketika anda menggunakan rasa malu secara berlebihan dan tidak sehat, sehingga anda susah maju, dan malah mengubah rasa malu jadi negativitas.

Sekiannnn.

Jangan Menyiksa Diri

Manusia kadang suka menyulitkan diri sendiri, kalau saya pikir-pikir.

Hidup itu sendiri saja sudah berputar dari dahulu kala, senang dan sedih berganti.

Tapi yang namanya manusia, teteup aja kekeuh pengen terus bahagia, dan gawatnya lagi, mengandalkan kebahagiaan dari luar diri.

Manusia acap kali terseret emosi, sikap mau menang sendiri, dan seterusnya.

Melihat dunia yang sudah seperti ini, berputar dan silih berganti, masihkah kita mau menyiksa diri kita lagi?

Kalau dunia memang diciptakan demikian, mungkin melakukan yang terbaik, ikhlas dan bersyukur adalah jalan yang bisa dikatakan, lumayan baik untuk bisa bahagia dan tetap waras.

Anda punya pacar, lalu tiba-tiba pacar anda selingkuh. Memang anda punya hak buat marah-marah dan mengalami rasa sedih. Tapi yah jangan dibawa berlarut-larut.  Atau, anda dulu seorang pemenang di banyak bidang, tiba-tiba anda dicemooh orang, apalagi tidak dipercayai orang lain lagi, kehilangan nama baik? Jatuh? Kehilangan teman?

Menilik demikian, ‘silakan’, mungkin nampak menjadi kata yang tampak menyembuhkan di dunia ini. Dan perjuangan tanpa keterikatan  akan hasil ialah bagai udara.

Sesak-sesak, sedih-sedih, kalau sudah begini, anda mau berteriak minta tolong sama siapa?

Mungkin anda punya teman, yah, itulah salah satu gunanya teman, ada pada saat anda membutuhkan, menenangkan anda dan mau coba mengerti. Tapi, life keeps going on. Hidup terus berputar mungkin hingga 360 derajat. Suatu penemuan lama tergantikan dengan penemuan baru. Yang semula utuh bisa somplak.

Karena itu, jangan lagi mencoba menyiksa diri, apapun alasan anda.

Cintailah diri kita dengan bijaksana. Bahkan, kalau cinta untuk diri anda sendiri  itu  sudah tidak sehat, terlalu membutakan anda, gantikanlah dengan cara mencintai yang meskipun kelihatan aneh, tetapi merupakan bentuk cinta yang lebih bijaksana dan lembut.

Sempurna memang mungkin bukan milik manusia. Semua makhluk mungkin ada kelemahan masing-masing. Tapi uniknya kado dari Tuhan, ialah kita memiliki kehendak bebas. Tinggal bagaimana kita menggunakan kado itu untuk menjadi makhluk yang sebahagia dan seekspresif mungkin. Dunia juga ditempati makhluk lainnya, apalagi kalau kita sadar, untuk berbagi dengan mereka, di tengah dunia yang penuh dualitas, susah-senang.

Karena itu buanglah penghakiman, cobalah lebih positif, jangan cepet down, dan bersemangatlah.

Ingat di samping semua yang nampak aneh dan mengandung kesulitan, juga ada kebahagiaan yang patut disyukuri.

Tokoh-tokoh lain di dunia ini yang bisa diajak berbagi, lihatlah hewan peliharaan anda, lingkungan sekitar anda, ibu anda, adik kelas anda.

Dengan kata lain, janganlah selalu menyalahkan sistem, dan hidup, bangkitlah.

Kita mungkin mampu menghidupkan surga.

Dan ketika kita ingin memeluk suatu yang abadi,

…tataplah Tuhan.

Dia selalu ada beserta kita.

Meditasi, yuk

Hai, all.

Ketemu lagi dengan si authoress daripada blog ini. Hehe.

 

Hari ini saya akan membahas tentang meditasi.

 

Apa anda seorang yang suka bermeditasi? Atau mungkin, tidak? Pertama-tama, kita intip yuk manfaat meditasi.

 

Meditasi, dalam pengertian saya adalah memusatkan pikiran pada satu objek. Dengan ketekunan, dan kegigihan, lama-kelamaan kita mampu menjadi lebih tenang, perasaan bahagia dan damai muncul dari dalam, konsentrasi meningkat. Meditasi cocok dilakukan bagi siapa saja karena bukanlah milik agama tertentu.

 

Anda orang yang sulit mengendalikan pikiran?; mudah emosi; seringkali bersedih, butuh ketenangan; rasa damai; penyelesaian masalah; menginginkan pengendalian diri; menumbuhkan kebijaksanaan?; ingin lebih dekat dengan Tuhan?

Solusi yang bisa diambil salah satunya adalah melalui meditasi.

 

Teknik-teknik meditasi di luar sana begitu banyak. Anda bisa coba googling untuk mencari yang sesuai dengan anda.

 

Kalau yang biasanya saya lakukan:

 

-Meditasi pada napas.

Jadi, memerhatikan, merasakan napas yang keluar masuk daripada hidung. Mau sambil bekerja, nunggu di halte atau dalam posisi duduk bersila dengan mata terpejam. Boleh. Dipadukan dengan angka, misal tarikan napas pertama, note di pikiran satu, keluar napas pertama kali, note sebagai dua, begitu sampai sepuluh. Lalu mulai dari awal lagi. Kalau sudah terbiasa, note berupa angka di pikiran bisa dicabut.

 

-Meditasi berjalan.

Jadi sambil berjalan kita memerhatikan gerakan dalam langkah kita.

 

-Meditasi gerak

misal sedang mencuci piring, perhatikan saja kita saat berada dalam gerakan. Kadang gerakan saya saya sengajakan agar lebih lambat agar lebih mudah berkonsentrasi, atau sedang memangkas kebun, silakan bermeditasi.

 

-Meditasi pada chakra ajna

yaitu bermeditasi pada titik di antara alis.

Misal dengan mata terpejam dan bersila. Bayangkan di titik tersebut terdapat cahaya yang begitu indah. Konsentrasikan di sana. Kalau masih sulit, saya biasanya mengawali dengan konsentrasi terhadap napas.

 

Masih banyak bentuk meditasi lainnya. Ada meditasi pada objek, warna, chakra lainnya, dst.

 

Silakan mulai latihan meditasi anda bila tertarik.

 

Selamat berlatih.