Memasuki Tahun Baru; Di Mana Kebahagiaan

 

Tanggal 31, tanpa disadari kita memasuki moment akhir tahun, hingga tanggal satu, dengan paduan angka tahun yang baru itu tiba.

Pada tahun yang baru, kita seringkali melihat kembali perjalanan hidup kita, me-review-nya bagai seorang komentator yang begitu tertarik, dan merumuskan resolusi daripadanya.

Resolusi yang anda buat itu, mari kita umpamakan adalah baik adanya.  Lalu anda berusaha mewujudkannya, terus-menerus tanpa lelah (atau dengan sedikit alpa Xp) sampai akhirnya penghujung tahun yang baru tiba.

Dan di antara–sepanjang perjalanan itu–anda bertanya…

Di mana kebahagiaan?

Di mana kedamaian?

Apakah mungkin dua pertanyaan itulah yang muncul di dalam benak anda? Ketika kita masing-masing menerobos pertanyaan-pertanyaan bercabang yang datang daripada dua pertanyaan pokok tersebut.

Mungkinkah pertanyaan itu melanda hati kita?

Bagi saya, iya.

Segala pertanyaan tentang: Bagaimana hari esok, sanggupkah saya?; benarkah langkah yang telah saya ambil?; akankah saya salah bila mengambil jalan ini di samping yang satunya lagi?; mampukah saya menghidupkan mimpi saya dan keluarga saya?; mampukah saya menjaga perasaan banyak orang?; cara apa yang terbaik?; mengapa Tuhan membuat hidup begitu sulit?

Pada hari itu, sampai dengan hari ini, saya melihat dua pertanyaan itu berada di balik cabang-cabang pertanyaan ini; bagaikan sebuah akar daripada sebuah pohon yang tak terhitung luas dan tingginya. Mungkinkah pertanyaan-pertanyaan seperti ini ada juga di benak anda?

Lalu, saya mencari dan mencari.

Sampailah saya pada suatu pengertian sementara…

‘Mungkinkah kebahagiaan ada pada setiap detik yang terlalui?’

Kita seringkali dengan susah payah mencari kebahagiaan itu pada masa yang lalu.., pada masa depan. Mencari kebahagiaan ketika semuanya terjalani sesuai dengan standar yang kita idam-idamkan.

Bagaimana kalau baik dan buruk menurut dunia adalah sama-sama merupakan anugerah? Ketika anda terjatuh, adalah sama indahnya dan bernilainya, dengan  ketika anda menggenggam bendera kemenangan? Saat anda merasa tidak ada harapan, itu pula saat yang sama bobotnya dengan saat ketika anda bersemangat dan merasa bahwa hidup selalu baik-baik saja?

Banyak yang mengatakan: suka maupun duka itu ada tujuannya.

Tapi kita manusia, otak dan hati kita, respon kita sekalipun seakan sudah terprogram untuk memberi reaksi yang berbeda di antara keduanya.

Bagaimana kalau kita melihat segala sesuatu dari sudut yang netral? tanpa mencengkram erat titik/kutub-kutub tertentu.

Maka mungkin hidup seseorang akan menjadi lebih damai, tanpa pertentangan.

Ketika melihat sesuatu yang tergeser ke kanan, dia tak akan berteriak apalagi menjerit; “Gila! jangan geser ke kanan! yang kiri lebih baik…”

Sementara yang suka kanan ataupun kiri, sangat kuat, mungkin akan begitu bersedih dan merasakan tekanan jiwa yang hebat, mari kita aliaskan sebagai kehebohan, ketika ia tergeserkan, atau melihat pandangan yang bergeser daripada kutubnya.

Bayangkan seseorang yang tidak condong ke kanan ataupun ke kiri. Ia berada pada titik netral, lambangkan saja di antara kedua titik tersebut. Tidak terpengaruh oleh lintasan-lintasan dualitas yang ada. Menjadi penonton yang begitu setia, namun dapat memisahkan diri dari apa yang ia saksikan selama ini.

Apakah kita akan sebegitu terpukulnya ketika kita menonton sebuah film bioskop yang berisi adegan kekerasan, percintaan, ataupun yang lainnya?

Jawabannya, mereka adalah kesementaraan yang akan berlalu, maka kalau bisa jangan anda kaitkan diri anda dengan yang berlalu itu. Anda hanyalah penonton, ingat!

Dengan menghargai setiap detik yang berlalu, kita telah menjadi penonton tersebut.

Mungkin kita masih memiliki pandangan yang ingin kita dekap. Tapi kita bisa meminimalisirkan ketegangan kita, sebagai yang menonton itu, dengan menyadarkan diri kita terus-menerus:

Tokoh ilusi ini banyak. Cerita dan setting-nya selalu berubah.

Aku hanya bisa melakukan sebisaku, dan tidak berpegang pada pandangan yang salah, bahwa semuanya akan selalu sama seperti yang kuinginkan.

Hanya akan menambah penderitaan.

Anda boleh mempunyai pandangan yang ingin anda dekap hingga anda mati. Anda boleh berusaha mewujudkannya. Tapi dengan melepas keterikatan anda dengan hasil, keadaan, kesukaan dan sebagainya secara tertentu, anda dapat menonton film ini dengan lebih atentif pada setiap detik, dan dengan perasaan yang lebih ringan.

Kebahagiaan mungkin bersembunyi di setiap detik.

Surat untuk Teman

Memutuskan hubungan lewat BB, mungkin pernah anda dengar.

Hal seperti itulah yang mampu saya bandingkan dengan perilaku saya pada waktu itu.

Walau sudah hampir setahun berlalu, tetap saja terngiang.

Memutuskan berhenti foruming, namun lidah saya tak sanggup untuk mengucapkan kata berpisah.

Apalagi saya juga meninggalkan sejumlah challenge (termasuk tanggung jawab di dalamnya) yang saya putus begitu saja dengan penjelasan telah memutuskan berhenti dari kegiatan fanfiction.

Ketahuilah meskipun saya berhenti dari kegiatan menulis fanfic, pada dasarnya saya tidak akan setega itu untuk tidak membaca dan me-review karya peserta challenge saya, yang telah berusaha dengan dasar harapan mereka dan dasar janji saya.

Walau terkesan tega abis dan egois sekali, ada alasan yang lebih yang membuat saya memutuskan seperti itu.

Saya tak menyampaikannya, mengingatkan saya akan putus melalui bb.

Lalu, untuk apa saya mem-posting-kan ini?

Untuk cari sensasi kah? Membuka luka lama, yang mungkin ada di hati anda, atau, untuk membela diri?

Yang bisa saya katakan ialah… saya ingin menjaga keutuhan hati anda, dan mungkin menyembuhkan celah yang telah saya buat, walaupun mungkin agak terlambat.

Tempo dulu, saya memutuskan untuk menghentikan semuanya karena saya tengah dicengkram oleh perasaan dan logika yang kuat…, untuk memulai hidup renunciation/pelepasan. . Gunung, pondok yang sepi, kegiatan bhiksuni, biarawan,  dan semacamnya. Perjalanan hidup serta pengumpulan informasi lewat detik-detik yang terlalui menghantarkan saya pada konklusi itu. Walau pada akhirnya saya tidak jadi memilih jalan tersebut pada tahun ini, saya memutuskan melanjutkan keputusan yang telah saya buat dengan lebih menjatuhkan konsentrasi pada peningkatan kualitas hidup. Kata sudah terucap, dan saya memilih.

Saya mulai memutuskan untuk berkuliah lagi dimulai pertengahan tahun depan, berfokus pada penimbaan ilmu, untuk masa depan. Terus berupaya memecahkan teka-teki hidup, menguasai kelemahan saya. Mengatasi problem OCD yang menguras tenaga.

Saya ucapkan maaf bagi yang menjadi korban ketidakjelasan pada waktu itu. Mohon maafkan kepengecutan saya di sejumlah titik. Sisanya adalah keinginan untuk membuat masalah saya tetap personal.

You know… I liked to keep it myself.

Dan meskipun saya tidak aktif lagi sekarang, masih berjuang di jalur yang telah saya pilih, semoga persaudaraan di forum tetap hidup.

Sekali lagi maaf. Dan harap jangan lempari  saya dengan tomat bila saya sesekali bermain ke sana ; )

Walau itu adalah hak anda Xp

Hug.

Jangan Menyiksa Diri

Manusia kadang suka menyulitkan diri sendiri, kalau saya pikir-pikir.

Hidup itu sendiri saja sudah berputar dari dahulu kala, senang dan sedih berganti.

Tapi yang namanya manusia, teteup aja kekeuh pengen terus bahagia, dan gawatnya lagi, mengandalkan kebahagiaan dari luar diri.

Manusia acap kali terseret emosi, sikap mau menang sendiri, dan seterusnya.

Melihat dunia yang sudah seperti ini, berputar dan silih berganti, masihkah kita mau menyiksa diri kita lagi?

Kalau dunia memang diciptakan demikian, mungkin melakukan yang terbaik, ikhlas dan bersyukur adalah jalan yang bisa dikatakan, lumayan baik untuk bisa bahagia dan tetap waras.

Anda punya pacar, lalu tiba-tiba pacar anda selingkuh. Memang anda punya hak buat marah-marah dan mengalami rasa sedih. Tapi yah jangan dibawa berlarut-larut.  Atau, anda dulu seorang pemenang di banyak bidang, tiba-tiba anda dicemooh orang, apalagi tidak dipercayai orang lain lagi, kehilangan nama baik? Jatuh? Kehilangan teman?

Menilik demikian, ‘silakan’, mungkin nampak menjadi kata yang tampak menyembuhkan di dunia ini. Dan perjuangan tanpa keterikatan  akan hasil ialah bagai udara.

Sesak-sesak, sedih-sedih, kalau sudah begini, anda mau berteriak minta tolong sama siapa?

Mungkin anda punya teman, yah, itulah salah satu gunanya teman, ada pada saat anda membutuhkan, menenangkan anda dan mau coba mengerti. Tapi, life keeps going on. Hidup terus berputar mungkin hingga 360 derajat. Suatu penemuan lama tergantikan dengan penemuan baru. Yang semula utuh bisa somplak.

Karena itu, jangan lagi mencoba menyiksa diri, apapun alasan anda.

Cintailah diri kita dengan bijaksana. Bahkan, kalau cinta untuk diri anda sendiri  itu  sudah tidak sehat, terlalu membutakan anda, gantikanlah dengan cara mencintai yang meskipun kelihatan aneh, tetapi merupakan bentuk cinta yang lebih bijaksana dan lembut.

Sempurna memang mungkin bukan milik manusia. Semua makhluk mungkin ada kelemahan masing-masing. Tapi uniknya kado dari Tuhan, ialah kita memiliki kehendak bebas. Tinggal bagaimana kita menggunakan kado itu untuk menjadi makhluk yang sebahagia dan seekspresif mungkin. Dunia juga ditempati makhluk lainnya, apalagi kalau kita sadar, untuk berbagi dengan mereka, di tengah dunia yang penuh dualitas, susah-senang.

Karena itu buanglah penghakiman, cobalah lebih positif, jangan cepet down, dan bersemangatlah.

Ingat di samping semua yang nampak aneh dan mengandung kesulitan, juga ada kebahagiaan yang patut disyukuri.

Tokoh-tokoh lain di dunia ini yang bisa diajak berbagi, lihatlah hewan peliharaan anda, lingkungan sekitar anda, ibu anda, adik kelas anda.

Dengan kata lain, janganlah selalu menyalahkan sistem, dan hidup, bangkitlah.

Kita mungkin mampu menghidupkan surga.

Dan ketika kita ingin memeluk suatu yang abadi,

…tataplah Tuhan.

Dia selalu ada beserta kita.

Sudahkah Kita Hemat Energi?

 

Hai2.

 

Seperti judulnya, kali ini saya ingin mengajak anda sekalian …

 

Jreng jreng jreng.

 

Untuk berhemat energi.

 

Pernahkah kawan-kawan memerhatikan ac yang sedang menyala, tv yang sibuk berdendang dengan gambaran-gambarannya yang juga tengah sibuk? Atau, diisi dengan presenter cantik/tampan, hehe.  Atau, komputer yang sibuk dengan tarian screen-savernya.

 

Jawabannya, pasti pernah (maksa nya, aha aha)

 

Ya. Para benda elektronik yang manis-manis itu siap-sedia untuk membantu anda dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti hiburan, pendidikan, sosial, dst.

 

Dan yang melatarbelakangi hidupnya mereka tentu saja, listrik. Energi.

 

Lalu, saya pun dengan usilnya bertanya lagi.

 

Siapa yang tahu bahwa sumber daya alam itu ada batasnya, dan siapa yang pernah ngecek tagihan listriknya, airnya?

 

Ngabain yang pernah ngitung, dan malah ngelirik yang belum.

 

Nah, bagi yang belum, ga ada salahnya melirik argumen saya tentang mengapa hemat energi itu, perlu.

 

Satu.

Lebih irrrit.

Uang yang biasa anda gunakan untuk bayar listrik, air, selisihnya karena anda berhemat bisa anda pakai untuk kebutuhan, atau keinginan lainnya, atau, bahkan bisa anda sumbangkan bagi saudara-saudari kita yang hidupnya masih berkekurangan. Perhatikan nasib anak-anak jalanan yang ga punya sendal jepit, ga bisa sekolah, anak panti yang butuh sarapan bulan depan, yayasan sosial yang butuh kedermawanan anda untuk bangun rumah sakit?

Atau … Anda yang lagi butuh sweater merah yang bagus, hehe. Atau, hmm. Tabungan masa depan, untuk hal tak terduga.

 

-mengirit sumber daya alam untuk generasi mendatang, meminimalisir eksploitasi alam.

Yang ini, tak perlu dijelaskan lebih.

 

Yak. Demikianlah.

 

Jadi, bagi yang merasa belum hemat energi, ga perlu berkecil hati. Lama-lama dibudayakan pasti bisa. Misal saya keasyikan tenggelam bermain game berjam-jam lamanya. Besoknya saya kompensasikan dengan irit hiburan.

 

Atau, bagi anda yang selama ini, maaf, saya cuma ingin jujur, rada malas nutup ac, lampu, kipas angin, dst karena alasan apapun, salah satunya kepraktisan, dan merasa, wah, kocek gua masih banyak, atau … Yah, yang kerja juga suami gue. Di rumah kan gua cape ngurus anak. Ga papa dong. Silakan, eliminasi pikiran tersebut bila anda ingin bersumbangsih dalam hal hemat energi ini.

 

More power to yoooou.

 

Dan ketika suami anda pulang, dan menemukan lampu kamar mandi tertutup rapi, ac di kamar tidak dinyalakan ketika tak ada penghuni, vcd player dan speaker dimatikan sehabis nonton. Maka ia akan pulang dengan hati yang ringan dan bangga, bahwa istri ataupun anaknya mungkin telah lebih bijaksana dan perhatian atas keringat kerja kerasnya.

 

Ya asal lampu halaman depan rumah jangan dimatiin lo ya dan kebetulan di sana ada genangan lumpur. Eh, yang pulang malah kepeleset, bruk.

 

Dan ternyata yang ngetuk pintu rumah, suami anda yang habis kepeleset dan ngeringis.

 

Haha ^_^ only a joke.

 

Semangat untuk anda!

 

 

 

 

Meditasi, yuk

Hai, all.

Ketemu lagi dengan si authoress daripada blog ini. Hehe.

 

Hari ini saya akan membahas tentang meditasi.

 

Apa anda seorang yang suka bermeditasi? Atau mungkin, tidak? Pertama-tama, kita intip yuk manfaat meditasi.

 

Meditasi, dalam pengertian saya adalah memusatkan pikiran pada satu objek. Dengan ketekunan, dan kegigihan, lama-kelamaan kita mampu menjadi lebih tenang, perasaan bahagia dan damai muncul dari dalam, konsentrasi meningkat. Meditasi cocok dilakukan bagi siapa saja karena bukanlah milik agama tertentu.

 

Anda orang yang sulit mengendalikan pikiran?; mudah emosi; seringkali bersedih, butuh ketenangan; rasa damai; penyelesaian masalah; menginginkan pengendalian diri; menumbuhkan kebijaksanaan?; ingin lebih dekat dengan Tuhan?

Solusi yang bisa diambil salah satunya adalah melalui meditasi.

 

Teknik-teknik meditasi di luar sana begitu banyak. Anda bisa coba googling untuk mencari yang sesuai dengan anda.

 

Kalau yang biasanya saya lakukan:

 

-Meditasi pada napas.

Jadi, memerhatikan, merasakan napas yang keluar masuk daripada hidung. Mau sambil bekerja, nunggu di halte atau dalam posisi duduk bersila dengan mata terpejam. Boleh. Dipadukan dengan angka, misal tarikan napas pertama, note di pikiran satu, keluar napas pertama kali, note sebagai dua, begitu sampai sepuluh. Lalu mulai dari awal lagi. Kalau sudah terbiasa, note berupa angka di pikiran bisa dicabut.

 

-Meditasi berjalan.

Jadi sambil berjalan kita memerhatikan gerakan dalam langkah kita.

 

-Meditasi gerak

misal sedang mencuci piring, perhatikan saja kita saat berada dalam gerakan. Kadang gerakan saya saya sengajakan agar lebih lambat agar lebih mudah berkonsentrasi, atau sedang memangkas kebun, silakan bermeditasi.

 

-Meditasi pada chakra ajna

yaitu bermeditasi pada titik di antara alis.

Misal dengan mata terpejam dan bersila. Bayangkan di titik tersebut terdapat cahaya yang begitu indah. Konsentrasikan di sana. Kalau masih sulit, saya biasanya mengawali dengan konsentrasi terhadap napas.

 

Masih banyak bentuk meditasi lainnya. Ada meditasi pada objek, warna, chakra lainnya, dst.

 

Silakan mulai latihan meditasi anda bila tertarik.

 

Selamat berlatih.

Tips Vegetarian

Seperti yang telah saya janjikan, ini dia:

Tips Bervegetarian:

1. Usahakan anda cukup asupan protein

Anda bisa mendapatkannya dari susu serta olahannya, kedelai dan olahannya, kacang-kacangan, telur (bagi yang vegetarian tapi masih memakan telur, bisa memilih telur negeri, karena telur kampung sudah terjadi proses pembuahan.)

Tidak cukup asupan protein dapat membuat anda kehilangan bobot badan (saya serius akan hal ini.) Makanya kalau anda memutuskan vegetarian, diharapkan benar-benar memerhatikan asupan gizi anda, ya : )

2. Cek pewarna yang ada di dalam produk makanan, minuman, serta kosmetik anda

Dewasa ini, ada suatu jenis pewarna makanan yang lumayan sering dipergunakan oleh para produsen makanan, minuman, serta kosmetik yang terbuat dari serangga.

Pewarna ini disebut pewarna Carmine/ Karmin/ Cochineal.

Pewarna itu terbuat dari kumpulan serangga Cochineal/ Carmine, lalu mereka dimasak dengan hidup-hidup atau dikeringkan, lalu dijadikan bubuk.

Dan biasanya pewarna ini berwarna merah.

Jadi, bila ingin memilih produk dengan warna merah, pink, atau ungu, bacalah ingredients/ bahan pembuatannya terlebih dahulu.

Pewarna ini namanya juga kerap dialiaskan sebagai Natural Red C#4, E120, C.I.75470, atau, kemungkinan di dalam tulisan ‘natural colors’ alias pewarna alami.’

Walaupun terkesan sepele, tapi ini demi menjaga etika vegetarian. Serangga-serangga itu dibunuh dengan malangnya hanya untuk dijadikan pewarna, karena itu sebaiknya kita lebih teliti.

Agar anda lebih mudah dan praktis dalam menentukan produk mana yang sesuai dengan pola hidup vegetarian, anda bisa memilih merk yang memang memastikan bahwa produk mereka sesuai dengan prinsip-prinsip vegetarian.

Di pasaran ada, kok. Dari makanan hingga kosmetik yang cocok dengan para penganut vegetarian.

3. Variatifkan menu anda

Jangan gara-gara anda keasyikan vegetarian (hehe, pengalaman pribadi), anda jadi melupakan empat sehat lima sempurna.

Misal, dulu saya hanya memakan sayur ditambah nasi, tapi kurang memerhatikan asupan susu sebagai sumber protein. Atau, memakan nasi, roti-roti tapi tak memakan buah-buahan.

Perhatikan asupan apa yang kurang dalam menu makanan anda. Dan jadilah vegetarian yang sehat. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai vegetarian, agar orang-orang terdekat kita tidak khawatir dengan kita, dan malah dengan kondisi tubuh yang fit dan cemerlang (lebay) kita malah dapat turut memengaruhi mereka untuk bisa ikut pola makan bebas menyakiti makhluk lain ini, apalagi pola makan ini juga mendukung asupan buah, dan sayur.

4. No Gelatine

Gelatine/ gelatin adalah bahan makanan yang diambil daripada kolagen tubuh hewan (dari bagian kulit dan tulang) Misal: Sapi, dst. Biasanya terkandung dalam permen tipe kunyah, marshmallow, gelatine dessert, dan sebagian jenis yoghurt rendah lemak.

Bagi anda penggemar permen, yah, jangan khawatir dulu. Kan masih banyak tipe permen lain yang masih bisa dinikmati dan ga kalah enak. Contoh: permen hisap.

5. Yang ini biar kita tetep kuat dalam bervegetarian ; )

Ingat saja kalau dengan vegetarian kita ini, kita bisa mengurangi derita para hewan, menghindari karma buruk dari memakan mereka, menjaga pikiran lebih satvik agar lebih mudah dikendalikan.

Dan yang ga kalah pentingnya. Menu vegan juga banyak yang enak. (grin) asal rajin eksperimen dan nyari.

Note:

Di alamat-alamat website di bawah ini, ada tips bervegetarian yahud, sekaligus sejumlah artikel terkait dengan topik vegetarian dan gizi Coba dicek, ya, artikelnya bagus.

Vegetarian dan Saran Pemilihan Makanan Berdasarkan Gizi

Vegetarian dan Asam Urat

Vegetarian dan asupan protein

Mengapa Bervegetarian?; Adakah Alasan?

Apa yang kita makan = apa yang kita pertanggungjawabkan.

Hi Guys. Apa yang kalian makan setiap harinya? Apakah kamu termasuk orang yang sudah bervegetarian ataupun tidak, tidak ada salahnya untuk mengintip manfaat dari hidup bervegetarian. Yuk, kita simak.

1. Hidup bervegetarian adalah pintu masuk menuju dunia penyembuhan

Lho3. Belum apa-apa kenapa sudah berbau mistis begini? He2, mengapa bervegetarian saya sebutkan sebagai langkah awal menuju penyembuhan kesehatan badan, adalah, karena menu2 vegetarian, yang sebagian besar terdiri dari buah-buahan dan sayur-sayuran mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh kita. Secara lucunya, manfaat sirsak hijau yang seperti tiupan balon itu, bayam, sawi, terong, wortel, pisang yang seperti bulan sabit, akan bisa kamu dapatkan lebih sering ketika kamu memutuskan berpola makan vegetarian.Keajaiban buah dan sayuran adalah kandungan serat mereka yang baik untuk pencernaan, kandungan protein nabati mereka yang rendah lemak (sehingga menurunkan risiko penyakit jantung), kandungan anti-oxidant yang mampu menangkal radikal bebas– penyebab penuaan, berbagai macam kanker.

2. Mengurangi gas metan Bumi

Apa itu gas metan? Gas metan yang berlambang C4 adalah gas yang bersumbangsih dalam pemanasan global bumi kita. Ia mampu merusak lapisan ozon, pelindung bumi kita yang telah sejak dulu melindungi kita dari radiasi ultraviolet merugikan dari matahari, yang mampu membuat kulit kanker.Sumbangsihnya dalam global warming cukup besar, karena efeknya terhadap pemanasan global adalah berpuluh kali lipat dibandingkan efek karbon dioksida.Global warming sendiri mampu memberikan dampak yang begitu negatif bila terus berlanjut ke titik yang lebih parah: iklim tidak stabil, bencana di mana-mana: seperti banjir, angin topan, panen yang gagal, dst.Dan, mengapa dikaitkan dengan bervegetarian dalam tulisan ini ialah,karena sebagian besar sumbangsih gas metan datang dari peternakan-peternakan di dunia (dari kotoran para hewan) yang dikonsumsi manusia.

3. Iriiit

Harga bayam ataupun sawi mungkin hanya sekitar seribu rupiah ke atas per ikat sekarang ini. Sementara daging?Mengkonsumsi menu vegetarian mengiritkan biaya pengeluaran anda, apalagi sekaligus menjaga kesehatan secara alami.

4. Mengurangi derita makhluk yang dibunuh untuk dimakan

Hewan-hewan yang dikonsumsi manusia telah diambil haknya untuk dapat terus hidup, menghirup udara bebas, dan menghindar dari rasa sakit dan ketakutan. Hal yang mampu dirasakan dan dipeluk makhluk seperti manusia juga.Sehari saja bervegetarian dapat menghindarkan mereka dari penderitaan itu. Apalagi bila dijadikan rutinitas bila sudah kuat dan tetap hati.

5. Alasan spiritual

Beberapa master mengimbau para manusia untuk bervegetarian. Berikut beberapa di antaranya:

“Bagaimana kita bisa tetap mempertahankan bahwa kita
baik dan penuh kasih ketika kita menghalangi hewan lain
hidup hanya untuk kenikmatan langit-langit mulut kita? ” Master
Cheng Yen

“Hari ini, biarkan siapa saja, apakah seseorang menganggap
dirinya pemuja atau tidak, ia sebaiknya berhenti dalam hal memakan
daging. Mengapa? Memakan daging mempromosikan hanya
kualitas-kualitas hewan. Ini telah banyak disebutkan bahwa apa yang seseorang makan menentukan kualitas pikiran seseorang.
Dengan makan daging berbagai hewan, kualitas binatang- binatang ini menyerap. Betapa berdosa itu untuk memakan hewan, yang ditopang oleh lima
elemen yang sama dengan manusia! Hal ini menyebabkan
kecenderungan setan, selain melakukan dosa menimbulkan
kekejaman pada hewan.” Sri Sathya Sai Baba, Divine Discorse on 23 Nov 1994,
Sanathana Sarathi December 1994 p. 315

“Saya telah menekankan betapa pentingnya orang
menghentikan kebiasaan makan non-vegetarian, bahkan dari hari-hari masa kecil saya. Memakan daging
menumbuhkan kualitas-kualitas hewan dalam diri manusia
, membuatnya turun ke tingkat kerasukan setan. Itu adalah
pemandangan yang menyayat hati untuk melihat sapi disembelih untuk melayani sebagai makanan bagi manusia …Kekerasan dalam bentuk apapun adalah jahat dan
membunuh binatang yang tak berdosa sama dengan
kebiadaban terang-terangan. “Sanathana Sarathi December 1994 p. 322

“Itu adalah penting untuk dicatat bahwa mereka yang hidup
dengan makanan vegetarian lebih tidak rentan terhadap penyakit,
sedangkan non-vegetarian adalah tunduk pada penyakit lebih. Mengapa? Karena makanan dari hewan tidak sesuai
dengan kebutuhan tubuh manusia. ” Sri Sathya Sai Baba, Summer Showers 1990, p. 34.

Nah, itulah beberapa hal yang telah saya kumpulkan mengenai vegetarian. Apa kamu tertarik untuk mencoba bervegetarian? Pertama-tama sehari, kemudian, dua-tiga hari dalam seminggu tidak apa-apa. Lama-lama pasti dapat terbiasa bila ada keteguhan hati.
Semoga harimu menyenangkan : )Jangan lupa, bagi yang ingin mencoba bervegetarian, imbangi pola makan dengan sumber protein nabati ya, seperti susu dan kacang-kacangan : )

Tips dalam bervegetarian, dan alasan yang lebih dalam dan mendasar lagi dalam bervegetarian (lebih terkait dengan ajaran agama) akan menyusul.