Posts Tagged ‘ keterikatan ’

Nyalakan Cahayamu Hari ini

Hari ini cuaca nampak lebih indah dari biasanya, karena mungkin saya sedang ingin berbagi dengan Saudara-saudari?

Bagaimana dengan cuaca di tempat anda? Apakah tengah hujan, ataukah cerah?

Tak masalah, badai… ataupun langit tertintakan dengan kekuningan matahari yang berkilau; Tak masalah, seberapa besar rasa duka anda pada detik ini, kering dalam rangka penyokong jiwa anda pada saat ini. Rapuh dengan air mata.  Saat ini, Saudara-saudariku yang kukasihi, nyalakanlah cahaya anda.

Dengan cahaya kemendungan seakan tidak lagi ada. Dengan cahaya, anda mengizinkan jiwa anda mendapatkan sentuhan lembut, sebuah kado kesempatan, yang setelah alam semesta berikan, andalah pemegang perintah untuk menyalakannya. Dengan cahaya, anda tidak menyia-nyiakan kasih sayang keluarga dan kerabat anda, kasih dan kemurahan hati alam.  Perubahan memang sebuah fakta pada dimensi ini, tapi hati anda terteguhkan oleh cahaya yang anda nyalakan, indah. Dengan cahaya, anda membuat orang lain melihat pelita anda sebagai harapan hidup, terpancing untuk memantik cahayanya sendiri. Dengan cahaya, hati yang membeku akan kembali terhangatkan. Udara menjadi sebuah serbuan jiwa baru menggetarkan, yang ingin kembali menghidupkan. Hidup dengan berani dan anda meneriakkan maupun membisikkan, aku hidup untuk pembelajaran yang akan membawaku pada kebahagiaan. Aku bisa. Siap. Cerita yang tak akan lagi kusesali, karena aku berjalan dalam cinta.

Nyalakan kualitas positifmu hari ini. Saya yakin setiap orang punya ruang penyimpanan ini.

Mungkin anda penyayang yang tak egois, pemberani, bijaksana, seiorang pemerhati yang dapat menunjukkan di mana letak celah suatu masalah, mungkin anda pemberi, mungkin suara anda indah, hati anda indah dan dapat membuat dunia ini lebih penuh dengan cahaya, mungkin anda pengampun, anda mediator, anda punya ketulusan, anda punya senyum dan ilmu untuk dibagikan pada orang lain, anda punya semangat.

Anda adalah anak-anak daripada cahaya. Perhatikanlah diri anda sendiri, sebelum anda memercayai perkataan saya.  Anda pada umumnya akan tersenyum dalam dada ketika melihat orang saling memberi. Cahaya dapat memberikan aliran positif pada jiwa-jiwa yang lesu.

Bagikanlah cahaya anda. Kalau bisa, hari ini dan sekarang.

Karena waktu tidak menunggu.

Dan ketika anda sudah bisa mulai melepas keterikatan akan hasil daripada menyebarkan cahaya itu sendiri. Seperti anda tidak lagi mempermasalahkan, apakah orang tersebut membalas anda atu tidak, kelihatan menghargai anda atau tidak, tidak memaksakan kehendak, dengan menghargai pribadi dan pilihan orang tersebut, dsb.

Anda melangkah satu tapak dalam pembebasan.

Kenali diri anda. Kenali Tuhan.

 

Jangan berkecil hati. Anda berharga, siapapun dan apapun anda. Anda berhak bahagia.

Advertisements

Jangan Menyiksa Diri

Manusia kadang suka menyulitkan diri sendiri, kalau saya pikir-pikir.

Hidup itu sendiri saja sudah berputar dari dahulu kala, senang dan sedih berganti.

Tapi yang namanya manusia, teteup aja kekeuh pengen terus bahagia, dan gawatnya lagi, mengandalkan kebahagiaan dari luar diri.

Manusia acap kali terseret emosi, sikap mau menang sendiri, dan seterusnya.

Melihat dunia yang sudah seperti ini, berputar dan silih berganti, masihkah kita mau menyiksa diri kita lagi?

Kalau dunia memang diciptakan demikian, mungkin melakukan yang terbaik, ikhlas dan bersyukur adalah jalan yang bisa dikatakan, lumayan baik untuk bisa bahagia dan tetap waras.

Anda punya pacar, lalu tiba-tiba pacar anda selingkuh. Memang anda punya hak buat marah-marah dan mengalami rasa sedih. Tapi yah jangan dibawa berlarut-larut.  Atau, anda dulu seorang pemenang di banyak bidang, tiba-tiba anda dicemooh orang, apalagi tidak dipercayai orang lain lagi, kehilangan nama baik? Jatuh? Kehilangan teman?

Menilik demikian, ‘silakan’, mungkin nampak menjadi kata yang tampak menyembuhkan di dunia ini. Dan perjuangan tanpa keterikatan  akan hasil ialah bagai udara.

Sesak-sesak, sedih-sedih, kalau sudah begini, anda mau berteriak minta tolong sama siapa?

Mungkin anda punya teman, yah, itulah salah satu gunanya teman, ada pada saat anda membutuhkan, menenangkan anda dan mau coba mengerti. Tapi, life keeps going on. Hidup terus berputar mungkin hingga 360 derajat. Suatu penemuan lama tergantikan dengan penemuan baru. Yang semula utuh bisa somplak.

Karena itu, jangan lagi mencoba menyiksa diri, apapun alasan anda.

Cintailah diri kita dengan bijaksana. Bahkan, kalau cinta untuk diri anda sendiri  itu  sudah tidak sehat, terlalu membutakan anda, gantikanlah dengan cara mencintai yang meskipun kelihatan aneh, tetapi merupakan bentuk cinta yang lebih bijaksana dan lembut.

Sempurna memang mungkin bukan milik manusia. Semua makhluk mungkin ada kelemahan masing-masing. Tapi uniknya kado dari Tuhan, ialah kita memiliki kehendak bebas. Tinggal bagaimana kita menggunakan kado itu untuk menjadi makhluk yang sebahagia dan seekspresif mungkin. Dunia juga ditempati makhluk lainnya, apalagi kalau kita sadar, untuk berbagi dengan mereka, di tengah dunia yang penuh dualitas, susah-senang.

Karena itu buanglah penghakiman, cobalah lebih positif, jangan cepet down, dan bersemangatlah.

Ingat di samping semua yang nampak aneh dan mengandung kesulitan, juga ada kebahagiaan yang patut disyukuri.

Tokoh-tokoh lain di dunia ini yang bisa diajak berbagi, lihatlah hewan peliharaan anda, lingkungan sekitar anda, ibu anda, adik kelas anda.

Dengan kata lain, janganlah selalu menyalahkan sistem, dan hidup, bangkitlah.

Kita mungkin mampu menghidupkan surga.

Dan ketika kita ingin memeluk suatu yang abadi,

…tataplah Tuhan.

Dia selalu ada beserta kita.

Advertisements