Posts Tagged ‘ pelestarian lingkungan ’

Anda dan Dunia

Mari kita bayangkan sambil menghirup napas dalam…

(Perhatian, tulisan ini berisikan banyak perbandingan yang patut anda curigai sebelum melanjutkan. Beranikah?)

Bahwa kita dan dunia di luar kita adalah satu.

Anda satu dengan dedaunan yang teraliri embun, dengan pemandangan desa yang spektakuler dan menggigit, dengan jumlah bintang di langit yang berkerlap-kerlip.

Anda merasa bahagia ketika anda dipedulikan orang lain: masa depan anda, rasa nyaman anda, bahagia anda, cita-cita anda, anda merasa senang naik pesawat, oh, meskipun menegangkan anda dapat melihat gelembung awan putih yang nampak lembut, mengagumi keindahan mereka; mengagumi serta takjub bagaimana manusia dan perumahan terlihat begitu tiny dari atas sana, dan alam semesta begitu penuh misteri dan keajaiban, anda suka rasanya mengalami ketegangan akan pengalaman baru, anda suka menikmati kedamaian sepoi-sepoi angin dan keheningan, anda suka suara eongan kucing. Anda ingin menikmati hari esok.

Sekarang, anda anggap diri anda satu dengan lingkungan yang kering meronta, butuh penghijauan, pembersihan, anda bayangkan diri anda satu dengan jangkrik-jangkrik di belukar, anda adalah satu dengan ulat yang menyukai bergerus di atas permukaan daun, anda adalah satu dengan anak orang utan yang induknya mengalami penembakan hingga berdarah-darah, anda melihatnya dengan kedua mata kepala anda sendiri, anda adalah satu dengan ikan air tawar yang sedang dipentok-pentoki untuk dijadikan hidangan, ga tahu antara pingsan dan menghirup napas, anda adalah satu dengan ayam yang sedang digaya-gayai untuk masakan padahal anda masih ingin melihat matahari besok terbit, menghirup udara segar yang mengalir pada kerongkongan anda, cuci mata dengan ayam betina, berkokok dan menyatakan diri, aku hidup dan merasa menjadi ayam paling oke di dunia. Merasakan embun dan dingin yang mengalir hingga bagian kaki yang unik dan nampak seperti kayu. Anda seekor doggie yang suka menggonggong dan menggonggong, nempel-nempel, naikkin orang dan ga salah apapun, tapi anda dipukul-pukuli, wong doggie kan yah menggonggong.

Atau anda pembantu yang dianiyaya majikan, dengan kekerasan verbal, atau lainnya?

Atau anda udang yang menyukai berguling pada air laut, tiba-tiba anda terperangkap jaring?

Lalu apa yang anda rasakan, rasa sakitkah…?

Timbulkah pertanyaan semacam ini, adakah cara menghidupi hidup yang lebih baik?

Kalau roh anda sebenarnya satu dengan mereka, tindakan apa yang akan anda lakukan?

Memang, kebahagiaan dan kesedihan berpadu di dunia ini untuk menghasilkan pertunjukkan dan jalan.

Dan jika anda memang adalah satu dengan mereka,

Tindakan apa yang akan anda ambil…?

Jalan apa yang akan anda pilih?

Sudahkah Kita Hemat Energi?

 

Hai2.

 

Seperti judulnya, kali ini saya ingin mengajak anda sekalian …

 

Jreng jreng jreng.

 

Untuk berhemat energi.

 

Pernahkah kawan-kawan memerhatikan ac yang sedang menyala, tv yang sibuk berdendang dengan gambaran-gambarannya yang juga tengah sibuk? Atau, diisi dengan presenter cantik/tampan, hehe.  Atau, komputer yang sibuk dengan tarian screen-savernya.

 

Jawabannya, pasti pernah (maksa nya, aha aha)

 

Ya. Para benda elektronik yang manis-manis itu siap-sedia untuk membantu anda dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti hiburan, pendidikan, sosial, dst.

 

Dan yang melatarbelakangi hidupnya mereka tentu saja, listrik. Energi.

 

Lalu, saya pun dengan usilnya bertanya lagi.

 

Siapa yang tahu bahwa sumber daya alam itu ada batasnya, dan siapa yang pernah ngecek tagihan listriknya, airnya?

 

Ngabain yang pernah ngitung, dan malah ngelirik yang belum.

 

Nah, bagi yang belum, ga ada salahnya melirik argumen saya tentang mengapa hemat energi itu, perlu.

 

Satu.

Lebih irrrit.

Uang yang biasa anda gunakan untuk bayar listrik, air, selisihnya karena anda berhemat bisa anda pakai untuk kebutuhan, atau keinginan lainnya, atau, bahkan bisa anda sumbangkan bagi saudara-saudari kita yang hidupnya masih berkekurangan. Perhatikan nasib anak-anak jalanan yang ga punya sendal jepit, ga bisa sekolah, anak panti yang butuh sarapan bulan depan, yayasan sosial yang butuh kedermawanan anda untuk bangun rumah sakit?

Atau … Anda yang lagi butuh sweater merah yang bagus, hehe. Atau, hmm. Tabungan masa depan, untuk hal tak terduga.

 

-mengirit sumber daya alam untuk generasi mendatang, meminimalisir eksploitasi alam.

Yang ini, tak perlu dijelaskan lebih.

 

Yak. Demikianlah.

 

Jadi, bagi yang merasa belum hemat energi, ga perlu berkecil hati. Lama-lama dibudayakan pasti bisa. Misal saya keasyikan tenggelam bermain game berjam-jam lamanya. Besoknya saya kompensasikan dengan irit hiburan.

 

Atau, bagi anda yang selama ini, maaf, saya cuma ingin jujur, rada malas nutup ac, lampu, kipas angin, dst karena alasan apapun, salah satunya kepraktisan, dan merasa, wah, kocek gua masih banyak, atau … Yah, yang kerja juga suami gue. Di rumah kan gua cape ngurus anak. Ga papa dong. Silakan, eliminasi pikiran tersebut bila anda ingin bersumbangsih dalam hal hemat energi ini.

 

More power to yoooou.

 

Dan ketika suami anda pulang, dan menemukan lampu kamar mandi tertutup rapi, ac di kamar tidak dinyalakan ketika tak ada penghuni, vcd player dan speaker dimatikan sehabis nonton. Maka ia akan pulang dengan hati yang ringan dan bangga, bahwa istri ataupun anaknya mungkin telah lebih bijaksana dan perhatian atas keringat kerja kerasnya.

 

Ya asal lampu halaman depan rumah jangan dimatiin lo ya dan kebetulan di sana ada genangan lumpur. Eh, yang pulang malah kepeleset, bruk.

 

Dan ternyata yang ngetuk pintu rumah, suami anda yang habis kepeleset dan ngeringis.

 

Haha ^_^ only a joke.

 

Semangat untuk anda!